23 February 2011

PT. Indosat

Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan
memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi
Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh
Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan
seluler, telekomunikasi internasional dan layanan satelit bagi
penyelenggara layanan broadcasting.
PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di
bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994
sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan
Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang
mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai memperdagangkan sahamnya di
Bursa Efek di Indonesia, [2] dan Amerika Serikat New York Stock
Exchange.
Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan
konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian
obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada
tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada
tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp
285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah
tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di
sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan
demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada
tahun 2001Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan
menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang
sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia
(Satelindo).
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham
Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan
demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003
Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya
(akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah
satu operator selular utama di Indonesia
Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat
sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom
Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication
Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar
40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki
masing-masing 14,29% dan 44,90%.
Di tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer
(memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Indosat

3 comments:

Anonymous said...

[url=http://viagranowdirect.com/#zyfqi]cheap viagra[/url] - viagra 150 mg , http://viagranowdirect.com/#kwzxc buy viagra

Anonymous said...

[url=http://directlenderloandirectly.com/#yjhis]payday loans online[/url] - direct lender payday loans , http://directlenderloandirectly.com/#ogged payday loans online

Anonymous said...

maintaining its maximum therapeutic cialis generic cialis,cialis online cialis, viagra generic cialis,viagra online cialis
http://genericcialispricegnf.com#cialis pills http://cialisonlinepillsgkd.com#cialis pills http://genericviagraonlinejvrg.com#viagra http://buyviagraonlinertvr.com#viagra online